Banjir Intai Pertanian Sekitar Sukowati

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Hujan yang turun sejak beberapa hari terakhir, dimanfaatkan para petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk membajak sawah guna persiapan menanam padi.

Meskipun begitu, para petani yang memiliki sawah di sekitar Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, itu merasa khawatir setiap musim penghujan tiba karena tanaman mereka pasti direndam banjir yang berakibat kerugian besar.

“Tanamnya dimajukan. Takut banjir melanda kalau musim hujan begini,” ujar Karyadi, salah satu petani setempat kepada suarabanyuurip.com, Kamis (27/11/2104).

Dia mengungkapkan, kerugian petani pada tahun ini akan berlipat ganda. Karena selain hasil panen tidak maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya, juga musim kemarau lebih panjang dan biaya produksi yang melambung tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Mungkin ini ujian terberat bagi saya dan petani lainnya Mbak, tapi ya mau bagaimana lagi, karena ini yang menjadi sumber penghidupan kami,” ujar Karyadi.

Bapak lima anak ini menuturkan, dalam satu tahun ini sawahnya seluas 1,5 hektar hanya panen dua kali karena masa tanam kedua mengalami gagal panen. Hal itu disebabkan kekurangan air akibat musim kemarau panjang. 

Baca Juga :   Bunuh Tetangga, Seorang Kakek Diamankan Polres Bojonegoro

“Pernah coba menanam melon dan cabai juga mati,” imbuhnya.

Karyadi berharap, ada upaya dari pemerintah untuk menanggulangi banjir di desanya terlebih pada musim hujan tiba. Karena setiap Sungai Bengawan Solo meluap lahan pertanian di wilayah Ngampel berubah seperti lautan.

“Kalau sudah banjir, saya mbecak untuk menyambung hidup sekeluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Jupari, menyarankan agar petani yang berada di bantaran atau dekat dengan Sungai Bengawan Solo untuk memajukan masa tanam guna menghindari banjir. Sehingga bisa menekan kerugian akibat meluapnya sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

“Kalau bulan delapan sampai sembilan sudah mulai tanam, paling lama awal Desember sudah memasuki panen,” sambung Djupari.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *