SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dampak negatif industrialisasi minyak dan gas bumi yang mulai berkembang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah merusak moral generasi muda. Keberadaan orang asing yang saat ini jumlahnya terbilang banyak telah memberikan pengaruh buruk bagi remaja.
Demikian Dikatakan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, A. Munir, kepada suara banyuurip.com, Kamis (27/12/2104).Menurut Munir, pengaruh buruk yang diberikan orang asing kepada generasi Bojonegoro adalah gaya hidup mereka yang suka pada hiburan malam.
“Itu telah memberikan pengaruh buruk bagi remaja putri salah satunya kerusakan akhlak dan moral,” tegas dia.
Untuk itu, Munir menyarankan, perlu ada pengawasan dari pemerintah terhadap jumlah orang asing, asal usul, dan tujuan mereka berada di Bojonegoro. Untuk menangkal budaya luar itu, pihaknya hanya dapat meberikan arahankan dan sosialisasi kepada remaja putri untuk meningkatkan serta mempertebal keimanan supaya tidak terbawa budaya barat yang kini tengah menghantam kebudayaan lokal.
“Saya melihat banyak remaja putri yang berbusana terbuka, dan sangat prihatin sekali,” ujar dia, mengungkapkan.
Menurut dia, tidak hanya perilaku remaja putri, keberadaan tempat hiburan seperti cafe dan restauran yang menjamur sekarang ini menjadi potensi tempat berbuat maksiat. Bahkan kabar yang kencang berhembus di masyarakat, tidak hanya purel, tetapi juga jual-beli perempuan telah tersedia.
“Intinya ya potensi adanya prostitusi terselubung,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan, Supi Hariyono, menyampaikan, tim pengawasan orang asing yang sudah terbentuk sekarang ini akan lebih diintensifkan lagi dengan meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan mereka.
“Kami juga akan meminta dukungan dari legislatif untuk membuat regulasi yang kuat untuk keberadaan orang asing di Bojonegoro. Karena selain untuk menekan dampak negatif juga meningkatkan pemasukan daerah,” pungkasnya.(rien)