SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Penjualan Mobil Bekas (Mobkas) di sejumlah tempat penjualan (showroom) ikut terkena imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ternyata berkurangnya peminat Mobkas sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Diduga warga enggan mengeluarkan koceknya untuk membeli kendaraan lagi karena pengaruh harga BBM.
“Sudah sejak tiga bulan sepi penjualan di showroom,†kata Topha Arry, salah satu pegawai showroom di Jalan Basuki Rahmat, Tuban, Sabtu (29/11/2014).
Keterangan dari Topha, penjualan Mobkas turun drastis. Bahkan bisa dikatakan berkurang lebih dari 50 persen. Bagaimana tidak, apabila awalnya showroom dia mampu menjual 13 sampai 15 unit mobil, sekarang tidak sampai jumlah segitu.
 “Sekarang bisa jual 5 unit Mobkas saja sudah bagus, bahkan kadang-kadang hanya 3 kendaraan saja,†kata Topha.
Penjual Mobkas lain, Hendro, juga mengatakan hal sama. Pria yang juga menjadi Ketua Paguyuban Jual Beli Mobil (PJBM) Kabupaten Tuban ini, menyebut ada pengaruh kenaikan BBM untuk penjualan Mobkas.
Bahkan ditempat usahanya yang berada di Jalan Pahlawan, penjualan mobilnya ikut menurun drastis. Yang awalnya bisa menjual sekitar 20 unit, sekarang hanya menjual sekitar 11 sampai 12 unit saja.
“Kenaikan harga BBM tetap membawa dampak tersendiri bagi penjualan Mobkas,†kata Hendro.
Sepinya peminat Mobkas, juga diakibatkan banyaknya perusahaan pekreditan yang menawarkan uang muka murah. Selain itu juga banyaknya masyarakat yang banyak beralih ke mobil dengan cc yang lebih kecil sejak adanya program subsidi low cost green car (LCGC). (edp)