SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Protes perbaikan jalan menuju Lapangan Migas Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, yang sempat disampaikan Latief, salah satu warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya batal dilakukan. Dia sepakat tidak meminta agar perbaikan jalan menuju lapangan migas penunjang Lapangan Banyuurip dikembalikan seperti semula.
Hanya saja, ada beberapa sejumlah permintaan yang Latief sampaikan kepada PT. Berkat Abadi Agung (BAA), kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas Blok Cepu. Yakni pembuatan saluran air (drainase) sepanjang 100 meter di depan rumahnya yang berdekatan dengan denan badan jalan dan suplai air bersih untuk kebutuhan sumur di KDK.
“Saya tidak menjadi penonton. Saya yang terdampak tapi orang lain yang mengerjakan,” kata Latief kepada suarabanyuurip.com, Selasa (2/12/2014).
Dia mengaku pernah diikutkan dalam pengerjaan proyek. Termasuk suplai air bersih. Karena itu Latief meminta sejumlah jenis pekerjaan menjelang akan dimulainya proyek di Lapangan KDK.
“Saya minta dilibatkan itu lagi,” ujarnya.Â
Saat ini proyek perbaikan jalan menuju Sukoharjo, masih belum bisa dilanjutkan. Latif menyatakan akan tetap menghentikan selama belum ada solusi atas permintaanya.
Kepala Desa Sukoharjo, Dwi Setyono membenarkan persoalan yang menimpa warganya. “Pak Latief meminta saluran air,” kata Kades.
Dwi Setyono menambahkan pihaknya akan berupaya menyelesaikannya.(roz)Â