SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuntut agar seluruh pemuda yang ada di desanya bisa bekerja di dalam lokasi proyek pengeboran Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Kepala Desa Katur, Soekono, menyampaikan, jumlah pengangguran di desa yang masuk ring 1 tersebut mencapai ratusan orang. Jumlah tersebut terus meningkat seiring tahun kelulusan siswa SMA.
“Kami yakin kebutuhan tenaga kerja di dalam lokasi pengeboran masih banyak,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com.
Pihaknya menyayangkan sikap operator dan kontraktor migas di Blok Cepu yang dinilai kurang transparan. Seharusnya, perekrutan tenaga kerja melalui kepala desa agar tahu jika sudah ada keterlibatan lokal.
“Kalau lokal tidak dilibatkan, apa gunanya Perda Konten Lokal?” tandasnya.
Soekono menginginkan, semua pemuda di wilayahnya bisa bekerja di pengeboran sehingga memiliki pengalaman di bidang migas. Meskipun diakui selama ini sudah ada yang bekerja di pengeboran tapi dinilai kurang.
“Masa dari puluhan sub kontraktor yang ada di dalam, cuma dua perusahaan saja yang datang minta naker,” sergahnya.
Bahkan, pihaknya menyatakan, informasi job fair dari Disnakertransos tidak sampai ke desanya. Padahal, job fair yang diadakan selama 2 hari di gedung Serba Guna tersebut adalah bentuk upaya antisipasi pengangguran di desa ring 1 Blok Cepu.
“Tidak ada informasi dari manapun terkait job fair, tapi yang penting sekarang ini kami inginnya ya pemuda di desa Katur bekerja di pengeboran minyak, titik,” pungkasnya. (rien)