SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Tanggul avur Jambon yang berada di perbatasan Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak dengan Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur kembali jebol. Padahal perbaikan tanggul tersebut diperkirakan belum sampai satu tahun.
Jebolnya tanggul ini diketahui sejak tiga hari terakhir. Diduga tidak dapat menahan debit air ketika hujan deras.
Jebolnya tanggul di sungai yang mengalirkan air dari wilayah perbukitan setempat, juga menjadi salah satu faktor penyebab tergenangnya sawah dan terendamnya jalan akses masuk Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, seperti pemberitaan kemarin.
Rendaman air di sekitar tanggul membuat petani gelisah. Pasalnya sekarang puluhan hektar sawah yang baru ditanami ikut terendam banjir. Petani merasa dirugikan dengan kejadian ini, karena musim kemarin sawah mereka juga tidak dapat ditanami.
“Kami khawatir tanggul ini jebol, karena kalau sawah terendam tanaman padi kami bisa ikut membusuk,†kata Darsam, salah satu pemilik lahan di sekitar lokasi, Senin (8/12/2014).
“Padahal tanggul inikan baru saja diperbaiki,†kata Darsam melanjutkan.
Terakit jebolnya tanggul ini, Kepala Dinas Pengerjaan Umum (PU) Tuban, Choliq Chunasih, belum memberikan jawaban konfirmasi yang dilayangkan wartawan. Belum jelas apakah tanggul tersebut sudah diserahkan ke Pemkab Tuban atau masih menjadi tanggung jawab rekanan Pemkab.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiyono, membenarkan terendamnya jalan akses dan juga sawah di Desa Tegalrejo dan Desa Kapu Kecamatan Merakurak, serta sebagian Desa Sumurgung Kecamatan Tuban akibat jebolnya tanggul.
“Tanggulnya jebol dan itu menyebabkan sawah-sawah disana ikut terendam banjir,†kata Joko.
Kendati demikian, dia mengaku tidak tahu penyebab jebolnya tanggul. Serta meminta untuk melakukan konfirmasi ke dinas terkait. (edp)