SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Inspeksi mendadak (Sidak) Komisi A DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, ke Sumur Migas Tiung Biru (TBR) menjadi ajang keluh kesah Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo. Banyak keluhan yang disampaikan desa ring 1 pemboran migas yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 tersebut.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Kalisumber, Lasrini Kumihayun, mengungkapkan, jika selama ini Pemdes Kalisumber tidak pernah diajak komunikasi oleh Pertamina EP baik tentang masalah tenaga kerja, dampak lingkungan, bahkan soal road tank.
“Selama ini humasnya Pertamina EP tidak pernah ngomong kepada saya,” kata Lasrini kepada anggota Komisi A di Pendopo Kecamatan Tambakrejo sebelum sidak ke Sumur TBR-A, Selasa (9/12/2014).
Lasrini mengatakan, setiap ada permasalahan di masyarakat dirinya selalu menjadi sasaran dan disalahkan. Bahkan tidak jarang dituduh mendapatkan uang banyak dari operator dan dianggap tidak berpihak ke masyarakat luas.
“Soal ganti rugi petani yang sawahnya tercemar saja, saya harus berkali-kali menemui Pertamina EP ,” ujar dia dengan nada kecawa.
Dengan suara bergetar, Lasrini menceritakan bagaimana Pertamina EP Asset IV telah membuat konflik di tengah masyarakat mengenai tenaga kerja. Hal itu terjadi saat Pemdes Kalisumber mengajukan tenaga kerja untuk helper (tukang las) sebanyak 3 orang sesuai hasil koordinasi bersama ternyata yang diterima bukan hasil koordinasi sebelumnya.
“Saya lagi yang kena,” ujar dia, mengungkapkan.
Ia berharap, Pertamina EP Asset IV bersikap tranparans dan komunikatif dengan desa. Karena, hampir setahun menjabat tidak pernah sekalipun diajak koordinasi jika ada permasalahan di desa.
“Kelompok Masyarakat yang mengurusi truk tanki aja, saya tidak pernah diberitahu berapa jumlah tanki yang digunakan dan nilai kontrak tiap tahunnya,” tegasnya.(rin)