SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Lambannya penanganan kerusakan lahan dan tanaman pertanian milik sejumlah petani akibat jebolnya tanggul penahan air dan embung proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Eginneering Procurement and Construction/EPC)- 5 Benyuurip, Blok Cepu memantik reaksi Paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur untuk angkat bicara.
Menerut Ketua Paguyuban Kades sekitar Banyuurip, Blok Cepu, Sukono, seharusnya kontraktor EPC-5 Banyuurip, PT Hutama Karya – Rekaya Industri (HK-Rekind) segera turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Minimal cepat berkoordinasi dengan Pemdes Gayam, dan petani yang terdampak untuk memusyawarahkan. Tidak malah terkesan mengulur-ulur,” kata Sukono kepada suarabanyuurip.com, Selasa (09/12/2014).
Dia berharap, permasalahan dampak pekerjaan proyek yang menimpa petani untuk segera ditangani secepatnya agar tidak memunculkan gejolak bagi petani.Â
“Sebagai Ketua Paguyuban Kades, saya hanya mengingatkan perusahan sebelum menjadi runyam. Karena, informasi yang saya terima, tahun lalu juga ada kejadian sama, tapi setahun baru ditangani. Oleh karena itu hal ini jangan sampai terjadi lagi,” saran pria yang menjabat sebagai Kades Katur, Kecamatan Gayam tersebut.
“Kami sudah mendengar tentang hal tersebut, dan sedang berkoordinasi dengan kontraktor serta pihak terkait,” kata Field Public and Government Manager EMCL, Rexy Mawardijaya. (sam)