Petani Tunggu Proses Ganti Rugi

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro –  Curah hujan yang mulai terus mengguyur lokasi sumur Migas Banyuurip, Blok Cepu membuat jebolnya tanggul penahan air dan embung proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) telah merusak lahan pertanian di sekitar lokasi.

Kondisi terparah ditemukan di lahan pertanian milik Wasirah, warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur.

“Lahan dan padi rancah saya tiga kedok rusak parah, Pak. Karena tertimbun tanah,” kata Wasirah, Warga Desa Gayam kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (09/12/2014).

Warga yang berdomisili di RT 30 RW, 06, Dusun Kaliglonggong tersebut menjelaskan, dalam setahun panen dua kali. Dengan hasil yang diperoleh kurang lebih 1 ton 6 kwintal gabah.

“Usia tanaman padi saya sekitar 15 hari. Jadi, kalau rusak begini ya rugi banget. Tapi semuanya sudah saya laporkan ke Pak Lurah biar diuruskan ganti untungnya, dan masih saya tunggu prosesnya,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, mengatakan, ada sekitar 15 warga Gayam yang lahan dan tanaman pertaniannya yang rusak tergerus air embung yang jebol tersebut.

Baca Juga :   PT Rusli Vinilon Sakti Jajaki Kerja Sama dengan PPSDM Migas

“Sesuai laporan perangkat saya, dari 15 warga itu adalah, Wasirah, Arin Setiawan, Zainul, Tajem, Kardi, Baris, Sutari Nyakiran, Nyaripan, Ginah, Warno, Dasar, Jayat, Tarsan, dan Lasiman Priatmojo,” jelas Winto.

“Tadi dari pihak HK-Rekind dan perwakilan MCL sudah menemui saya untuk berembuk terkait hal ini. Tapi, hasilnya masih menunggu proses selanjutnya,” imbuhnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *