SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Sejumlah peluang ekonomi disekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh warga sekitar. Termasuk dengan keberadaan Kandang Belajar Sapi Rakyat (KBSR) di Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Kebanyakan lebih memilih kerja ikut diproyek,” kata Pelaksana Program KBSR Muhammad Ja’I kepada Suarabanyuurip.com
Dia mengaku sudah melakukan berbagai upaya agar peran KBSR dapat maksimal dan bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam membantu penggemukan ternak sapi yang dimiliki warga sekitar. Hanya saja, sejauh ini hasilnya masih belum sesuai yang diharapkan.
“Jadi kalau ditanya berapa orang warga sekitar yang tergabung disini,saya belum bisa menjawab,” tuturnya.
Menurut dia, justru yang memanfaatkan keberadaan KBSR adalah warga di luar Kecamatan Gayam. Kendati begitu, pihaknya optimis KBSR akan menjadi solusi ketika pada suatu saat nanti warga membutuhkan tambahan pendapatan ekonomi. Terutama saat proyek konstruksi Lapangan Banyuurip telah rampung.
“Kalau sekarang susah karena pola pikir masyarakat masih memilih di proyek dibanding belajar berternak. Dan merubah pola pikir itu tidak gampang,” ucapnya. (roz)