SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Terungkapnya kasus korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa bulan lalu, memotivasi lembaga pengawas hulu migas itu terus berbenah. Lembaga yang saat ini berada dibawah kendali Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu ingin kembali mendapatkan kepercayaan publik.
Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, AG. Djoko Widihananto dalam sambutannya di Gathering and Edutainment Media yang diadakan Operator Migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) di Hotel Novotel, Surabaya, Rabu (10/12/2014).
SKK Migas dengan nahkodanya yang baru, Amin Sunaryadi, berharap mendapatkan kembali kepercayaan publik. Melihat rekam jejak Amin selama ini diberbagai bidang, termasuk dalam pemberantasan korupsi.
“Kita berharap ini adalah kesempatan membangun kepercayaan publik, atau tras public,” kata Djoko Widihananto dihadapan puluhan media mengikuti acara tersebut.
Djoko mengatakan, sekarang adalah era transparansi. Dimana SKK Migas dituntut untuk lebih responsif dan bertindak sesuai dengan kaidah yang ada. Tindakan yang dimaksud tidak hanya baik, tetapi juga harus benar.
“Dalam arahan oleh SKK Migas, Industri Hulu Migas diminta tindakan nyata dalam bekerja. Hal itu dimaksudkan untuk mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat,” tegas Djoko.
“Untuk itu kita juga minta kepada KKKS untuk memberikan sosialisasi secara terus menerus mengenai industri hulu Migas kepada masyarakat dan beberapa pihak termasuk media untuk mewujudkan hal ini,” lanjut Djoko.(edp)