FSO JOB P-PEJ Tampung 30 ribu Barel

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Tuban – Penyelundupan minyak mentah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, tampaknya, telah diantisipasi Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ). Operator migas Blok Tuban itu telah memasang meteran atau alat ukur di Floating Storage and Offloading (FSO) di lepas Pantai Tuban, Jawa Timur.

Alat ukur itu untuk mengetahui produksi minyak dari Lapangan Sukowati dan Mudi, serta masing-masing kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yang ditampung dalam FSO.  

“Setiap alat meter itu terdapat legalitas dan diawasi oleh SKK Migas serta instansi lainnya,” tegas Field Manager JOB P-PEJ, Junizar, usai memberikan paparan di Mudi Office, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (11/12/2014).

Dengan adanya pengawasan yang ketat pada penyaluran minyak tersebut, tentu mengantisipasi adanya penyelundupan atau masuknya mafia migas. Terlebih tiap bulan ada rekonsiliasi yang dicocokkan untuk masing-masing hasil minyak yang diproduksi oleh K3S.

“Kami ini diawasi terus, tapi perlu diketahui bahwa K3S itu tidak mengurusi duit. Karena begitu minyak diserahkan negara ya sudah itu saja,” tandas Junizar.

Baca Juga :   Aktivitas Sumur Tua Gegunung Normal

Dia menjelaskan, FSO yang berada di lepas pantai di Kabupaten Tuban tidak bermesin dengan kapasitas minyak sebesar 1 Juta barel. Karena bagian bawah FSO akan mencapai ke dasar laut sehingga hanya mampu menampung 800 ribu Barel.

Setiap harinya FSO tersebut menampung 23 ribu barel per hari (barel oil per day/BOPD) dari JOB P-PEJ, Pertamina sebanyak 6 ribu BOPD, dari EMCL sebanyak 24 ribu BOPD, dari Lengowangi, PT Gazuma sebesar 15  Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMCFD).

“Jadi total FSO kita mampu menampung 30 ribu BOPD,” tukas Junizar.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *