SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tiimur, beberapa miinggu terakhir ini telah memunculkan serangan nyamuk demam berdarah (DBD) di wilayah setempat. Terbukti ada salah satu warga yang terserang nyamuk Aedes Aegepty.Â
Kepala Puskesmas Gayam, dr. Joko Sulistyo, membenarkan hal itu. Meski baru sebatas gejala, namun penyakit DBD sudah mulai menyerang warga sekitar lokasi proyek Banyuurip, Blok Cepu.
“Untuk warga di Desa Begadon, ada satu kasus dan sudah di follow up oleh petugas DBD puskesmas Gayam. Sedangkan untuk warga Desa Brabowan dilaporkan satu penderita dengan gejala DB, penderitanya sudah diobati dan pulang,” kata dr Joko Sulistyo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (13/12/2014).
Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran DBD ini tim Puskesmas Gayam telah melakukan gerakan cepat. Yakni memberikan penyuluhan tentang 3M plus dan pembagian abate ke sekolah-sekolah sekitar.Â
Gerakan 3M plus yang dimaksud Joko adalah menguras bak air, menutup tempat-tempat air, menimbun kaleng atau ban bekas.
“Untuk daerah lain di Gayam belum ada kasus yang sama. Saya himbau warga untuk rutin melakukan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan,” saran Joko.
Kabar serangan DBD yang menyerang salah satu warga sekitar pproyek Banyuurip direaksi cepat operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Liimiited (EMCL).
“Saat ini kami sedang melakukan koordinasi untuk kontribusi pengasapan di Desa Begadon, RT5, RW 3,” tegas Field Public and Government Manager Affairs EMCL, Rexy Mawardijaya, dikonfirmasi terpisah.(sam)