SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, perajin sandal di Desa Kebonagung, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kebanjiran order. Omzet penjualan mereka meningkat hingga 30 persen di banding hari biasa.
Salah satu perajin sandal Kebonagung, Bakir, mengakui sejak dua minggu terakhir pesanan sandal dari pelanggan terus mengalir. Rata-rata para pelanggan minta orderan dikirim seminggu sebelum natal.
“Pesanan meningkat hingga 30 persen,” ujar pemilik UD Bakero ini kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (15/12/2014)
Untuk memenuhi pesanan para pelanggan, Bakir mengaku harus merekrut karyawan baru. Karena pekerjaan untuk membuat sandal harus dilakukan sampai lembur hingga malam hari.
Meski banjir pesanan, Bakir tidak asal-asalan dalam pengerjaan sandal. Dirinya tetap menjaga kualitas agar barang produksinya tetap mampu bersaing dengan produksi pabrikan.
“Banyak pesanan yang terpaksa saya tolak karena tidak mampu mengerjakannya,” tutur Bakir.
Di banding tahun lalu, penjualan sandal lebih ramai tahun ini. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata tidak berdampak pada minat konsumen membeli sandal. Karena harga sandal produksi Bakir tidak ada kenaikan, meski bahan baku semuanya naik.
“Harga sandal tetap. Kami hanya mencari keuntungan sedikit agar produk kami tetap bertahan dipasaran,” ucapnya.
Harga jual sandal produksi Kebonagung dengan beragam model dan warna relative terjangkau yaitu antara Rp35.000 hingga Rp45.000. Untuk pemasaran sudah menjangkau kota-kota besar di Jawa Timur.
Salah satu pembeli sandal dari Blitar, Sulaiman mengatakan, produksi sandal Bakero harganya murah dengan kualitas tidak kalah dengan produksi pabrikan. “Karena harganya murah, barangnya laku keras mas,” ucap Sulaiman. (tok)