SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Jengah karena kesulitan mendapatkan pupuk petani Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendatangi produsen pupuk Petroganik yang ada di dekat kampung mereka, Selasa (16/12/2014).
Di lokasi aksi tampak beberapa pemuda dan petani setempat mendatangi pabrik pupuk Petroganik P-27, mitra dari PT Petrokimia Gresik. Â Pabrik ini termasuk penyedia pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk petani.
Mereka datang dengan membentangkan sejumlah spanduk, dan poster tuntutan, serta melakukan orasi secara bergilir. Tidak hanya itu, mereka sempat melakukan aksi teatrikal dan menghadang satu truck bermuatan pupuk bersubsidi yang akan melintas di sana.
Meski awalnya sedikit, jumlah massa semakin bertambah. Lantaran beberapa petani yang beraktivitas ikut bergabung melakukan aksi secara bersama-sama.
Aksi yang dilakukan petani ini, dipicu rasa jengkel karena sulitnya mendapatkan pupuk selama musim tanan sejak satu bulan terakhir. Padahal mereka hanya mempunyai kesempatan bertanam minim karena lahan yang dipunyai tadah hujan.
“Lahan warga sini merupakan tadah hujan dan menggantungkan hujan, lha sampai musim tanam hujan ini tidak kunjung dapat pupuk,†kata tokoh pemuda setempat, Tabah, kepada Suarabanyuurip.com.
Dia mengatakan, beberapa kios resmi penyedia pupuk bersubsidi juga tidak mempunyai pasokan barang. Kalaupun ada pupuk, itupun jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
Mereka menganggap, Pabrik Petroganik yang dekat desa mereka merupakan bagian dari PT Petrokimia. Mereka meminta sebagai produsen meminta benar-benar melakukan pengawasan supaya tidak ada penyalahgunaan pupuk bersubsidi.
“Kita berharap pihak Petrokimia benar-benar ketat melakukan pengawasan supaya tidak ada penyalahgunaan dan merugikan petani,†kata Tabah.
“Karena selain pemerintah, produsen juga berhak melakukan pengawasan pupuk bersubsidi untuk petani,†tambahnya.
Mereka menganggap sulitnya mendapatkan pupuk karena adanya mafia pupuk. Untuk itu mereka meminta kepada kepada Bupati Tuban, Fathul Huda, dan segenap jajaran yang berwenang memberantas mafia pupuk.
“Mafia pupuk telah bermain mata dengan distributor, kemudian menjual pupuk dengan harga jauh di atas ketentuan. Semakin membuat sengsara petani,†kata Rustamuri, warga lain dalam orasinya. (edp)