SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar sosialisasi HIV Aids, Narkoba, dan seks bebas yang diikuti 30 warga dan eks penghuni lokalisasi Kalisari, di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Selasa (16/12/2014).
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witcaksono, menyampaikan, kegiatan ini untuk memberikan pendidikan tentang pengetahuan bahaya HIV dan Narkoba serta perilaku seks bebas terlebih berkembangnya industrialisasi migas sekarang ini.
“Kami minta seluruh elemen masyarakat mewaspadai dampak negatif dari perkembangan jaman sekarang ini,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com
Adie menyatakan, sekarang ini pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawasan di masyarakat terutama bagi pengguna narkoba. Terlebih, beberapa waktu lalu dua pekerja migas tertangkap tangan mengkonsumsi sabu-sabu di hotel tempat mereka menginap.
“Jangan sampai masyarakat kita tertular kebiasaan orang luar daerah yang suka memakai narkoba, maupun seks bebas,” tandasnya.
Adie mengakui, pesatnya industrialisasi migas di Bojonegoro telah memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat diantaranya mengubah gaya hidup dari tradisional menjadi modern. Baik dalam berperilaku sehari-hari sampai gaya hidup yang kebarat-baratan.
“Kita akan bekerjasama dengan beberapa instansi untuk menekan dampak negatif dari industri migas di Bojonegoro,” tegas mantan Camat Margomulyo itu.
Pria asal Surabaya ini berharap peran aktif masyarakat untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan seperti peredaran narkoba dan seks bebas di lingkungan sekitar. Dengan peran serta masyarakat ini, bisa dipastikan ruang gerak para pengedar maupun pengguna Narkoba akan tertutup.
“Kami tidak akan bisa tanpa dukungan masyarakat,” pungkasnya.(rien)
Â