SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tak sekadar gertak sambal, sebanyak 12 Kepala Desa (Kades) bersama warga sekitar ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur telah memastikan akan beraksi demo menutup jalan masuk proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1. Tepatnya, di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Senin (22/12/2014).Â
Kades Katur, Sukono, mengatakan, aksi blokir jalan tetap dilakukan. Karena, hingga saat ini tidak ada titik temu dengan kontraktor pelaksana proyek EPC-1, PT Tripatra – Samsung.
“Pemberitahuan sudah tak kirim di Polsek Gayam, pada kamis (18/12), dan hari senin sekitar jam 08.00 WIB kami akan blokir jalan di Puduk yang masuk proyek EPC, Banyuurip,” kata Sukono kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (20/12/2014).
Ketika disinggung apa saja tuntutan yang diajukan dalam aksi massal tersebut? Sukono menyatakan., tak perlu dijelaskan secara rinci. Sebab, dalam pertemuan beberapa waktu lalu juga dihadiri oleh Muspika Gayam.Â
“Simpel saja, Mas. Mau mengadakan aksi di Puduk. Karena, beliaunya sudah tahu, yaitu terkait dengan perekrutan tenaga kerja (naker),” jelas Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam tersebut.
Dikonfirmasi secara terpisah Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, membenarkan, jika pemberitahuan aksi dari Kades tersebut telah dikirim ke Polsek Gayam.
“Pemberitahuannya sudah dikirim, Mas, dan kami akan melakukan pengamanan pada saat aksi dilakukan,” tegas AKP Sudirman. (sam)