SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Â Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak kepada Badan Usaha Milik Daeah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) segera membentuk Joint Vancher (JV) dengan PT Axis dan PT Petroleum Investasi Indonesia (PII) agar dapat mengajukan Kerjasama Operasi (KSO) dengan Pertamina EP Asset IV untuk mengelola sumur minyak tua.
Kepala Bidang Energi dan Migas Dinas ESDM Bojonegoro, Sutanto, menyampaikan, dukungan terus diberikan kepada PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk mengikuti lelang KSO yang dilakukan oleh Pertamina EP Asset IV.
“PT BBS harus segera membentuk JV. Kalau tidak Pertamina EP Asset IV akan ragu-ragu dan akan melelang KSO lain untuk mengelola sumur tua,†kata dia kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/12/2014).
Dia mengungkapkan, ada tiga hal yang akan menjadi fokus PT BBS dalam mengelola sumur minyak tua di Kecamatan Kedewan dan Malo. Di antaranya masalah sosial yang mencakup kelayakan upah para penambang dan kesejahteraan, lingkungan mencakup masalah penataan lingkungan, dan tekhnik pengelolaan untuk meminimalisir blow out (semburan liar) dengan memperhatikan tekhnik penambangan yang benar.
“Kami yakin dengan sistem JV ini, PT BBS mampu menangani masalah di sumur tua yang didukung oleh Pemkab Bojonegoro,†tegas Sutanto.
Sutanto menilai, PT Axis dan PT PII ini bisa dipercaya karena keduanya mampu menyediakan modal sebanyak USD 30 juta atau kurang lebih Rp 500 miliar untuk menanamkan investasi dalam pengelolaan sumur tua.
Sementara itu, Direktur Utama PT BBS, Deddy Afidick, belum memberikan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal tersebut.(rien)