Slankers Tuban Siap Jadi Relawan Bencana

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Puluhan Slankers, sebutan fans group musik Slank, selesai menggelar pelatihan bencana di Mangroove Center Tuban (MCT) Desa Jenu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.

Acara yang bertajuk Slankers Rescue Training ini digelar sejak Sabtu (20/12/2014) lalu, sampai dengan hari Minggu (21/12/2014) kemarin. Sedikitnya ada 50 Slankers dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tuban yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Pelatihan yang dilakukan teman-teman Slankers ini merupakan wujud aktualisasi dari salah satu lagu ciptaan Slank yang berjudul Solidarity,” kata aktifis lingkungan Tuban, Edy Toyibi, selaku pelatih acara penanganan bencana yang diadakan di pantai Mangroove Center Tuban, Senin (22/12/2014).

Edy mengatakan, beberapa materi dasar penanganan bencana telah dilakukan. Baik itu penyelamatan bencana di air untuk menghadapi kemungkinan banjir, ataupun bencana darat untuk menghadapi adanya kemungkinan tanah longsor dan sejenisnya.

“Penanganan bencana mulai dari pra bencana (antisipasi), ketika terjadi bencana (evakuasi), juga pada penanganan usai bencana yang biasanya terjadi trauma di tengah masyarakat,” kata Edy Toyibi.

Baca Juga :   Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Upacara Bendera di Sekolah, Begini Pedomannya

“Mereka (Slankers) sudah punya potensi untuk ikut meredakan trauma di tengah masyarakat usai terjadinya bencana,” tandas Edy.

Slankers, kata Edy, merupakan salah satu bagian dari komponen masyarakat yang mempunyai kepedulian pada penanganan bencana alam. Selain komponen organik yang merupakan bentukan dari pemerintah.

“Kalau seperti BPBD, Tagana, dan sebagainya adalah komponen organik penanganan bencana alam. Kalau Slankers ini merupakan salah satu komponen Non Organik yang mempunyai kepedulian,” tandasnya.

Salah satu Slankers, Cecep, mengaku ikut dan mengadakan pelatihan semacam ini karena solidaritas dan ingin bisa memberikan pertolongan ketika terjadi bencana alam.

“Kita ingin ada manfaat sesama manusia, karena untuk penanganan bencana mungkin kita tidak dapat memberikan bantuan materi tetapi bisa memberi bantuan berupa tenaga,” ujar Cecep.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *