Dua Tanggul Bengawan Solo Rawan Jebol

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi memerintahkan jajarannya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Karena sesuai perdeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) curah hujan bakal mencapai puncaknya pada Januari dan Pebruari 2015.

“Jangan sampai menurunkan kewaspadaan. Karena hujan yang terjadi saat ini baru permulaan,” pesan dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Lamongan, Supandi melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni, kepada SuaraBanyuurip.com,Selasa (23/12/2014), mengatakan, kondisi kapasitas palung sungai-sungai di Lamongan saat ini tinggal menyisakan 50 mili meter (mm) per jam. Kondisi ini separuh dari kapasitas sebenarnya yang mencapai 100 mm perjam.

“Saat tanggul Kali Plalangan jebol pada Jum’at dini hari lalu, curah hujan di Kembangbahu mencapai 83 mm perjam. Sementara di Tikung curah hujan saat itu mencapai 83 mm per jam,” kata Zamroni, mengungkapkan.

Dia memperkirakan, tahun depan curah hujan di wilayah utara bakal mencapai 1.200-1.400 mm per tahun. Kemudian di wilayah tengah mencapai 1.400 hingga 1.600 mm pertahun dan di wilayah selatan diperkirakan mencapai 1.500 sampai dengan 1.700 mm pertahun.

Baca Juga :   Bojonegoro Keluarkan Peringatan Dini Longsor

Zamroni menyebut, turunnya kapasitas palung sungai itu akibat adanya pendangkalan dan atau penyempitan oleh sedimentasi. “Karena itu, Bapak Bupati Fadeli secara kontinyu menganggarkan kegiatan pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di Lamongan,“ tegas dia.

Terkait tanggul Sungai Bengawan Solo yang rawan menimbulkan bencana banjir, menurut Zamroni, ada  dua titik yakni Tanggul Negara Desa Karangwungu, Kecamatan Laren dan di Dusun Melik, Desa Canditunggal, Kecamatan kalitengah. Dua tanggul negara yang sudah dipertebal menjadi 10 meter ini sempat longsor.

“Dua tanggul ini sudah disurvey pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk kembali diperbaiki, “ kata dia.

Selain itu, tanggul yang rawan ada di Tanggul Kantong, Desa Bedahan, Kecamatan Babat karena ketinggiannya kurang ideal. “Untuk (peninggian) Tanggul Kantong sudah dianggarkan di tahun 2015,” sebut dia.

Selain itu, tanggul Desa Keduyung, Siser, Bulutigo dan Mojoasem di Kecamatan Laren tahun ini juga sudah dilakukan perbaikan.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *