SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Warga di Desa Sumberjo, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan isi tabung gas LPG ukuran 3 Kg yang cepat habis sebelum pada waktunya. Ditengarai bahan bakar bersubsidi itu dilakukan pengoplosan.
Sebab dari waktu normal, LPG 3 Kg jika digunakan untuk memasak sehari-hari bisa sampai enam hari. Namun saat ini, LPG itu hanya cukup sampai tiga hari.
“Beberapa minggu yang lalu saya sudah lapor Bupati, tampaknya kondisinya masih sama,” kata Tamyis, warga setempat.
Pria yang berprofesi sebagai guru ini mengungkapkan, ada beberapa keganjilan yang ditemukan dalam LPG 3 Kg di wilayahnya. Selain cepat habis, saat LPG 3 Kg dipasang penunjuk angka di regulator hanya berada ditengah atau tidak menunjuk angka full seperti biasanya.
“Bisa jadi ini LPG oplosan dengan disuntik isinya untuk dikurangi,” ujar Tamyis, menerka.
Sesuai kabar yang beredar di masyarakat, kata dia, ada oknum yang sengaja melakukan pengoplosan gas untuk kepentingan pribadi. Yakni mengambil isi gas di tabung LPG 3 Kg bersubsidi dan dipindahkan ke tabung 12 Kg non subsidi.
“Semoga saja memang bukan ulah oknum yang mencari keuntungan,” ujar Tamyis.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro, Basuki, menyampaikan, berkurangnya isi gas karena usia tabung yang sudah tidak layak pakai. Sebab sejak awal pemberlakukan konfensi gas oleh pemerintah sampai sekarang belum ada penggantian tabung.
“Makanya sekarang ini tabung yang lama, sedikit demi sedikit mulai ditarik dan diganti yang baru,” kata Basuki.(rien)