SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pemeritah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan Komisi A DPRD Bojonegoro telah melakukan sidak serta meninjau langsung ke lokasi lahan warga yang diduga terkena luberan air akibat luapan embung dari proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC)- 5 Banyuurip, Blok Cepu, belum lama ini.
“Kami bersama sejumlah perangkat turut mendampingi,” kata Ketua BPD Gayam, Warsito kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (27/12/2014).
Dia mengungkapkan, nasib petani yang terkena luapan tersebut cukup memprihatinkan dan mengundang rasa simpati para anggota dewan. Pihaknya berharap para petani yang terkena dampak tersebut segera mendapat ganti rugi secepatnya.
Kepala Desa Gayam, Winto berharap segera dibuatkan solusi permanen saluran existing yang bermuara di Kali Glonggong dan realisasi pembayaran ganti rugi kerusakan sawah serta tanaman milik petani. Untuk ganti rugi lahan kepada warga pemilik sawah sedang dalam tahap proses negoisasi. Hanya saja, untuk solusi permanen normalisasi saluran masih belum ada kepastian.
“Secara progres untuk realisasi pembayaran ganti rugi sudah dalam proses negoisasi dengan pemilik sawah. Dan untuk solusi permanen normalisasi saluran belum ada follow up dari EMCL meski hanya sekedar komunikasi dan koordinasi dengan pemdes,” ujarnya.
Winto menegaskan, sebelum ditemukannya sousi terkait pembuatan saluran permanen, Pemdes Gayam tidak akan mengikuti agenda apapun yang diadakan EMCL. “Pemdes Gayam menekankan bahwa sebelum ada solusi terkait saluran, kami tidak akan mengikuti agenda apapun yg diadakan oleh EMCL sampai solusi permanen saluran air ada kejelasan pelaksanaannya,” tandas Winto.
Seperti diketahui, sebanyak 15 petani ring satu Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, lahan pertaniannya rusak. Sedikitnya terdapat sekitar 18 petak lahan pertanian yang terdampak. Sesuai pendataan pemilik sawah itu adalah Wasirah, Arin Setiawan, Zainul, Tajem, Kardi, Baris, Sutari Nyakiran, Nyaripan, Ginah, Warno, Dasar, Jayat, Tarsan, dan Lasiman Priatmojo. (roz)