SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyarankan kepada operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk membangun saluran air sekitar lahan pertanian di dekat lokasi proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 Banyuurip menuju sungai Kaliglonggong secara permanen.
Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, mengatakan, pembangunan saluran air permanen itu sebagai solusi untuk mengantisipasi jebolnya embung proyek EPC-5 Banyuurip yang beberapa waktu mengakibatkan kerusakan lahan dan tenaman pertanian milik warga.
“EMCL harus membangun saluran air menuju sungai terdekat. Jika kedepan tidak ingin dampak kerusakan lahan dan tanaman pertanian warga terulang kembali,” kata Winto kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (27/12/2014).
Sesuai hasil peninjauan lokasi, lanjut Winto, panjang saluran itu sekira 400 meter sampai 500 meter. Dengan pembangunan saluran air secara permanan itu dirinya yakin dampak luberan air hujan dari Embung EPC-5 bisa berkurang.
“Karena debit air yang tertambung di embung bisa berkurang karena sebagian air bisa langsung di alirkan melalui saluran air menuju sungai terdekat,” ujar Winto, menjelaskan.
Dia menambahkan, pembangunan saluran irigasi permanen itu dapat dilakukan EMCL melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Jika tidak ditanggapi ya sudah terserah. Tetapi, kalau kedepan ada permasalahan yang sama lagi kami milih diam tidak mau ikut ruwet-ruwet jika petani memprotes perusahaan,” imbuhnya. (sam)