SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Warga Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur takut apabila banjir bandang dengan instensitas yang besar kembali terjadi di wilayah desa mereka.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang desa mereka malam tadi. Warga terpaksa mengungsi di wilayah perbukitan yang lebih tinggi, karena air sampai masuk ke dalam ratusan rumah milik warga.
Pantauan Suarabanyuurip.com, Minggu (28/12/2014), sampai siang ini warga tampak masih berjejer di sepanjang jalan desa setempat. Mereka masih mengeluarkan beberapa peralatan rumah tangga seperti kasur, TV, kursi, maupun kendaraan bermotor.
“Ini basah tadi malam, karena kami langsung pergi dan tidak membawa barang-barang ketika banjir datang,” kata Sukirno (29), salah satu warga sambil menunjuk sejumlah kasur dan kursi yang ada di depan rumah.
Mereka cukup trauma apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah Tuban. Karena banjir bandang bisa memperparah beberapa kerusakan rumah milik mereka.
“Kita berharap beberapa hari ini tidak hujan, takut kalau ingat-ingat tadi malam,” katanya menambahkan.
Selain di desa ini, kesibukan juga terlihat di beberapa warung yang ada di kawasan wisata air terjun nglirip, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.
Beberapa warga juga tampak mengeluarkan peralatan dan perabotan milik mereka. Bahkan ada yang melakukan gotong-royong mendirikan satu bangunan yang diduga rusak akibat terjangan banjir bandang.
“Itu karena tadi malam, air memang sangat deras arusnya dan meluapnya sampai ke warung-warung yang didirikan warga,” jelas Herman, salah satu pemuda di lokasi. (edp)