SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) terus melakukan investigasi semburan liar berupa air bercampur lumpur yang disertai bau gas di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Investigasi ini untuk mencari konektivitas antara satu titik semburan dengan titik lainnya.
Saat ini PEPC ADK sedang melakukan semua persiapan dan mendatangkan logistik untuk penanganan. Dari kajian sementara yang dilakukan Tim PEPC ADK, tidak ditemukan kandungan gas berbahaya dalam semburan tersebut.
“Hingga hari Minggu tanggal 28 Desember 2014 Pukul 18.00 WIB, total titik semburan tetap berjumlah 41. Di mana 2 titik dengan ketinggian ±10-15m dan sisanya yang lebih kecil dengan ketinggan ±1cm-1m,” kata Humas PEPC ADK, Gayatri Handari Kusumawardani kepada suarabanyuurip.com melalui telepon genggamnya (Telgam), Senin (29/12/2014).
Gayatri menegaskan, semburan liar tersebut berupa gas bercampur air, bukan semburan lumpur. “Di mana komposisi gas tidak ada kandungan gas berbahaya seperti CO dan H2S,” ujar dia, menjelaskan.
Menurutnya, sebagian semburan telah mengecil dan hanya berbentuk gelembung kecil (bubbling). Dengan luasan genangan yang diakibatkan oleh semburan berdiameter ±0-1m.
“Tim kami terus melakukan pengukuran komposisi gas dari semburan secara berkala,” tandas Gayatri.
Sebagaimana diketahui, lokasi semburan tersebut terletak di area pohon jati, sawah, kebun jagung, dan hamparan rumput yang berada di sebelah selatan dari titik Sumur NGBU-04.(ams)