SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo dan Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang mengelola jasa angkut minyak mentah TBR untuk islah. Karena permasalahan yang terjadi hanya karena kurangnya komunikasi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, baik Pokmas maupun Kepala Desa (Kades) Kalisumber harus saling membuka diri karena bagaimanapun kades merupakan seorang ibu. Juga sebaliknya, masyarakat juga seperti anak-anaknya, sehingga  jangan sampai kedua belah pihak mengutamakan ego masing-masing.
“Mulai sekarang, kalau ada apa-apa dirembug dahulu bersama-sama,” saran Agus.
Ia meminta kepada Pertamina EP Asset IV juga berhati-hati dalam berkomunikasi, baik antara dengan kades maupun dengan masyarakat. Jangan sampai ada komunikasi yang berbeda karena menimbulkan konflik sosial nantinya.
“Saya minta Pertamina EP Asset IV hati-hati kalau bicara,” pesan mantan Kepala Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro itu.
Agus juga menyarankan agar pemerintah desa mulai membuka diri dengan pihak Kecamatan atau camat. Karena, tanpa koordinasi semua masalah tidak ada penyelesaian bahkan semakin runcing.
“Entah apa bahasanya, mulai sekarang ayo kita berjalan beriringan bersama-sama,” pungkasnya.(rien)