SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus memantapkan persiapan menghadapi ancaman bencana alam. Salah satunya dengan membentuk tim siaga bencana.
Tim ini dibentuk karena setiap tahun Kecamtan Cepu berpotensi terjadi bencana alam. Seperti banjir bandang, putting beliung dan banjir sungai bengawan solo.
Camat Cepu Mei Nariyono, menjelaskan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi bencana banjir yang notabene setiap tahun terjadi di wilayahnya.
“Bukan hanya itu, sebagian wilayah Kecamatan Cepu juga rawan terjadi banjir bandang dan puting beliung,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/12/2014).
Pembentukan tim siaga bencana itu merupakan tindak lanjut dari apel siaga bencana pada selasa pekan lalu. “Dengan begini kita bisa mengantisipasi dan membagi tim sesuai dengan wilayah kerja masing-masing, sehingga mudah untuk melakukan penanganan sebelum dan paska bencana,†kata Mei.Â
Mei menyadari jika musibah yang terjadi Cepu adalah kehendak sang maha kuasa dan siapapun tidak bisa menghindarinya. “Kami hanya bisa mengajak lapisan masyarakat Cepu, utuk memohon kepada Allah supaya dijauhkan dari petaka,†ujar Mei.
Sementara itu, Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Blora, Agung Triyono, mengatakan, elemen masyarakat yang tergabung dalam tim tersebut antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Tagana, Organinsasi Masyarakat (ormas0, Muspika Cepu, rumah sakit, Puskesmas, Pusdiklat Migas, Pertamina, STEM Akamigas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se Kecamtan Cepu.
Tim itu, lanjut Agung, dibentuk menjadi empat divisi koordinator lapangan yang meliputi Wilayah Cepu, Kapuan, Balun dan Sumberpitu. Masing-masing kooordinator lapangan, ada pembentukan tim dalam penangan bencana.
“Mulai dari Evakuasi,Pendataan sampau Pengungsian,†pungkas Agung.(ams)