SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Menjelang malam pergantian tahun sejumlah pedagang terompet mulai bermunculan. Seperti yang terlihat di sekitar pertigaan Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu pedagang terompet, Lukman, mengatakan, momen tahun baru merupakan peluang mendapat tambahan pendapatan.Â
“Bisa dibilang musiman,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/12/2014).
Dia mengaku, sehari-harinya bekerja sebagai penjual es. Namun menjelang pergantian tahun 2014 ini, dia beralih bekerja sebagai penjual terompet.
Lukman mengungkapkan, terompet tersebut bukan dia bikin sendiri, namun didapat dari seoarang distributor.
“Sistemnya tidak ada target, tapi kalau tidak habis bisa dikembalikan,”ucapnya.
Berapa hasilnya, sejauh ini Lukman mengaku mendapat hasil yang lumayan dibanding jualan es. Dalam seharinya berapa terompet yang terjual tidak pasti. “Rata-ratanya berapa saya tidak tahu, tapi yang jelas lumayan hasilnya,” tuturnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, terompet yang dia jual tahun ini ada sedikit modifikasi. Di antaranya berbentuk naga. Untuk ukuran kecil dia menjual Rp.10 ribu, sedangkan ukuran besar Rp.20 ribu.
“Semoga tambah laris, Mas. Besok tahun sudah berganti,” katanya. (roz)