SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat untuk memeriksa kembali bau tak sedap yang diduga berasal dari transportasi roadtank pengangkut minyak mentah dari Sumur Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo yang di operatori oleh Pertamina EP Asset IV.
Permintaan pengecekan itu dilakukan karena Kepala Desa Kalisumber, Lasrini Kumihayun, bersikukuh jika bau tak sedap tersebut masih ada hingga sekarang. Padahal pada sesuai hasil pengecekan BLH di lapangan bersama tim yang diturunkan oleh Pertamina EP Asset IV tak mendapati bau tersebut.
“Masa sampai bau saja kucing-kucingan,†ujar Agus berkelakar.
Sementara itu Bianto salah satu staf dari BLH, menegaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap bau tersebut kurang lebih empat bulan yang lalu. Namun dari hasil di lapangan menyebutkan bau dari aktivitas roadtank itu tidak membahayakan.
“Karena tidak ada H2S yang kami temukan, melainkan CO2. Dan pada waktu pemeriksaan juga hadir Kepala Desanya,†ujar Bianto.
Meskipun begitu, pemeriksaan di lapangan akan dilakukan lagi untuk lebih meyakinkan kepala desa dan tidak menimbulkan keresahan yang berujung konflik. Ia berharap, jika hasilnya masih tetap sama maka semua harus menerimanya
“Karena kami memiliki alat pendeteksi,dan hasi yang keluar bukan dibuat-buat,†tambah Bianto.
Terpisah, Kepala Desa Kalisumber, Lasrini, menyatakan, bau menyengat yang dirasakan masyarakat tidak selalu ada. Karena bau itu hanya kadang kala muncul.
“Barangkali waktu BLH memeriksanya, baunya pas tidak ada,†ujar Lasrini.
Untuk itu pihaknya tetap berharap Pertamina EP Aset IV tetap memperhatikan masalah tersebut.(rien)