SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Paguyuban Kepala Desa (Kades) sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menilai komposisi penyerapan tenaga kerja lokal untuk proyek rekayasa, konstruksi, dan pengadaan (Engineering Procurement and constructions/C) -5 masih kurang proporsional.
Ketua Paguyuban Kades, Sukono, mengungkapkan, dari total tenaga kerja yang dibutuhkan berjumlah 106 orang, untuk lokal hanya 25 orang yang terserap. Sedangkan non lokal dari luar Kecamatan Gayam sebanyak 81 orang.
Dia menilai tenaga kerja yang dibutuhkan sebenarnya masuk kategori unskill atau tenaga kerja kasar. “Tenaga kerja yang dibutuhkan seperti helper merupakan tenaga unskill, warga lokal banyak yang bisa,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (31/12/2014).
Komposisi tersebut, baru diketahui setelah kemarin dilakukan medical check-up (MCU). Adapun sebanyak 81 orang sudah dilakukan MCU, dan untuk hari ini sebanyak 25 orang.
“Setelah kita protes, baru hari ini sebanyak 25 orang warga dilibatkan,” kata dia.
Sukono menambahkan, seharusnya, komposisi yang ideal dalam pelibatan tenaga kerja adalah 60 orang skill dan 40 orang unskill.
Humas Kontraktor EPC-5, konsorsium PT.Hutama Karya-Rekayasa Industri (HK-Rekind), Wandi saat berupaya dihubungi melalui teleponnya sedang tidak aktif. (roz)