SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus berupaya memberdayakan warga sekitar dengan berbagai program. Salah satunya adalah program budidaya Jamur Tiram bagi warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur yang tergabung di Koperasi Serba Usaha (KSU) Lima Dua KaTe.
“Program budidaya jamur tiram ini didampingi oleh Unair. Mulai dari pembuatan tempat hingga nanti penanaman bibit jamur,” kata salah satu anggota KSU Lima Dua KaTe, Saifudin, kepada suarabanyuurip.com saat ditemuai di lokasi tempat pembuatan Jamur Tiram, Senin (5/1/2015).
Dia menjelaskan, sebelum pembuatan tempat jamur, dilakukan sosialisasi mengenai proses pembuatan dan lain sebagainya. Hasilnya, banyak masyarakat yang berminat untuk budidaya jarum tiram. Sebab cara budidayanya cukup mudah, hanya membutuhkan tempat sederhana, dan memerlukan biaya banyak.
“Sosialisasinya sudah sekira sebulan lalu. Dalam waktu dekat ini sudah mengarah pada penanaman bibit jamurnya, Mas,” jelas pria yang berdomisili di Dusun Temlokorejo, Desa Gayam tersebut.
Salah satu pendamping program dari Unair, Budi, mengaku, program budidaya jamur tiram ini dilakukan selain untuk menciptakan peluang kerja, juga meningkatkan perekonomian warga kedepannya setelah proyek konstruksi Banyuurip selesai.
“Untuk budidaya jarum tiram ini hanya membutuhkan tempat sederhana berukuran 4 x 7 meter yang terbuat dari bambu,” sambung Budi.
Dia menerangkan, dudidaya Jamur Tiram ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Dusun Temlokorejo dan Kaliglonggong, Desa Gayam. “Semoga jika warga sudah memahami dan bisa cara prosesnya bisa menambah pendapatan, karena jamur tiram lebih mudah dijual ke warga maupun di pasar-pasar terdekat,” ujar Budi.
Untuk saat ini budidaya tersebut masih tahap sterilisai tempat sebelum Jamur Tiram ditanam. Penanaman jamur akan dilakukan pada Kamis (8/1/2015) mendatang.
“Harga jual jamur dipasaran antara Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilo gramnya,” sambung Tokok, anggota pendamping lainnya.
KSU Lima Dua KaTe tersebut merupakan binaan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LSM LIMA 2B).(sam)