Penambang Minta BUMD Transparan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Penambang sumur tua dari Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) tidak pernah melibatkan penambang dalam rencananya menjadi KSO (Kerjasama Operasi) dalam mengelola sumur tua.

Perwakilan penambang, Sholeh, menyatakan, PT BBS bekerja secara sembunyi-sembunyi dan tidak meminta pendapat, masukan, serta pertimbangan dari para penambang. Apalagi dalam memilih partner KSO, PT BBS tidak pernah memberikan tawaran kepada penambang.

“Pada dasarnya kami sangat setuju apabila PT BBS mengambil alih KSO tersebut, dengan catatan kami sebagai para penambang dan Koperasi Pata Jasa Jaya yang menjadi induk resmi diajak bicara,” kata Soleh kepada suarabanyuurip.com, Selasa (6/1/2015).

Dia meminta, jika PT BBS mengelola sumur tua dengan sistem KSO harus bisa menangani baik secara finansial, sosial, penataan lingkungan hidup, dan juga siap untuk menjadikan Kecamatan Kedewan wisata sumur tuaa di Bojonegoro.

Sementara itu, Dirut PT BBS, Deddy Affidick belum memberikan klarifikasinya mengenai hal ini.(rien)

Baca Juga :   Warga Keluhkan Sampah di Jalan Blok Cepu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *