Ratusan Siswa Serbu Pusdiklat Migas

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Open day yang diselenggarakan pusat pendidikan dan pelatihan minyak dan gas (Pusdiklat Migas) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dihadiri ratusan siswa sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMP), Selasa (6/1/2015). 

Dalam kesempatan itu para siswa bisa mengetahui dan menambah pengalaman mengenai bagaimana cara mencari minyak, pengolahan hingga pada penanganan keselamatan kerja.

Salah satu penanggung jawab open day Pusdiklat Migas Cepu, Wien Eko Koestianto, menjelaskan, dalam open day ini para siswa dikenalkan tentang kegiatan pengeboran (laboraturium bor), kemudian pada pemadaman api dan keselamatan kerja, dan terakhir pada kilang untuk pemrosesan minyak.

“Tempat pengolahan minyak, serta aktifitas lainya,” ujarnya pada suarabanyuurip.com ditemui di lokasi.

Humas Pusdiklat Migas Cepu, Nina Gumantina, menambahkan, dengan kegiatan seperti ini setidaknya para siswa bisa tahu apa yang ada di dalam Pusdiklat Migas Cepu, bukan tidak hanya tahu di wilayah mereka ada Pusdiklat Migas.

Ninamengakui, jika selama ini Pusdiklat Migas Cepu terbatas bagi pengunjung. Karena itu, dengan kegiatan open day ini  diharapkan bisa menambah pengetahuan bagi para pelajar.

Baca Juga :   ICP Februari 2024 Naik USD80,09 per Barel

“Sekaligus pengenalan buat mereka, bahwa di sini juga ada kilang dan kegiatan perminyakan,” katanya.

Sementara itu, Sunarti, Guru SDN 1 Karangboyo, Kecamatan Cepu, mengaku sangat senang dengan open day yang diadakan Pusdiklat Migas karena memberi kesempatan kepada para pelajar untuk berkunjung. Kegiatan ini dinilai  membantu mengenalkan para siswa sejak dini tentang industri migas.

“Paling tidak anak-anak bisa tahu ada apa di Pusdiklat Migas,” sambungnya. Dia mengaku mengajak anak didiknya mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 dengan jumlah 153 siswa.

Senada juga disampaikan salah satu guru pendamping SMK Migas Cepu, Heri Susanto. Dia menilai open day ini sanagt bagus karena dari pihak umum (jurusan lain) bisa tahu tantang industri migas.

“Dari yang tidak tahu menjadi tahu. Seperti pemadaman api, anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan pertama kali,” katanya di sela-sela  mendampingi anak didiknya.

Heri berharap, kegiatan tersebut bisa terus dilakukan Pusdiklat Migas Cepu setiap tahunnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Jenazah Anansyah Dimakamkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *