SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tim Kandungan Lokal bentukan Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, dan DPRD setempat menggelar rapat koordinasi dengan operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan kontraktor lokal di ruang Batik Madrim kompleks Pemkab setempat, Rabu (7/1/2015).
Ketua Tim Konten Lokal, Soehadi Moelyono, menyampaikan, rapat digelar untuk mengurai permasalahan yang ada baik terkait keluhan para kontraktor lokal, adanya limpahan air dari proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 5 yang menggenangi lahan/sawah desa, tepatnya di Dusun Kaliglonggong, Desa/Kecamatan Gayam, TKD, dan sejumlah problema lain di Blok Cepu.
“Kami minta agar EMCL segera menindaklanjuti keluhan dari para kontraktor, dan permaslahan lainnya. Jangan melimpahkan kepada masing-masing kontraktor EPC saja,†tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bojonegoro ini.
Soehadi menyatakan, sudah menjadi tradisi jika EMCL selalu mengambil tindakan setelah adanya laporan atau aksi protes dari masyarakat. Tidak pernah melakukan antisipasi ketika mulai ada gejala konflik dari kegiatan di Blok Cepu.
Sementara itu, Ketua DPRD, Mitroatin, menyatakan, adanya Perda No: Â 23 Tahun 2011 diterbitkan untuk memperjuangkan hak-hak konten lokal. Disini EMCL berperan sebagai ibu dari semua sub kontraktor yang ada. Sudah seharusnya ikut bertanggung jawab jika terjadi permasalahan.
“Harapan kami hasil diskusi tidak jadi pepesan kosong,†tegasnya.Â
Terkait hal tersebut Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, menyatakan, masalah limpahan air pihaknya akan mengordinasikan dengan PT Rekind – Hutama Karya. Diagendakan dalam minggu ini akan diselesaikan.Â
“Kalau masalah TKD segera dikoordinasikan lagi dengan SKK Migas, dan semua pihak terkait,” papar Rexy Mawardijaya. (rien)