SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan mengawal penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) oleh Bulog Divre III pada awal Januari 2015 ini.
Kasi Sarana Usaha Disperindag Bojonegoro, Didik Haris, mengatakan, CBP ini disalurkan ke masyarakat karena harga beras di pasar dinilai terlalu tinggi. Saat ini harga beras berkisar Rp9.000 per Kg sampai Rp10.000 per Kg untuk jenis IR 64.
Dia menyebutkan, dalam penyaluran CBP ini Bulog melibatkan pihak ketiga dengan catatan pembelian beras langsung pada Bulog. Pembayaran dilakukan ke pusat, tapi saat pendistribusiannya dengan harga dari Bulog.
“Harga pengambilan beras dari Bulog sesuai ketetapan pemerintah yakni Rp7.400 per kilo,†tukas Didik Haris, Kamis (8/1/2015).
Dia mengungkapkan, rencana penyaluran CBP ini akan dilakukan di pasar tradisional seperti Pasar Banjarjo, Pasar Kota, Pasar Sumberjo, Pasar Kedungadem, dan Pasar Kepohbaru. Stok beras yang akan didistribusikan sebanyak 1.500 Kg setiap hari di setiap pasar.
Didik mengungkapkan, melambungnya harga beras di pasaran diakibatkan kurangnya pasokan dari petani. Bahkan, meskipun stok panen melimpah namun diindikasi tidak ada yang masuk ke pasar.
“Banyak permintaan dari luar kota dengan harga tinggi, jadi ya berpengaruh juga di Bojonegoro,” imbuhnya.
Sementara itu, Lisin (28), salah satu pedagang beras di Pasar Kota  mengatakan, harga beras jenis IR 64 yang biasa dikonsumsi masyarakat mulanya hanya Rp7.800 per Kg, sejak lebaran Agustus 2014 naik menjadi Rp9.000 per Kg sampai sekarang.
“Kayaknya tidak akan turun, Mbak, soalnya harga segini sudah dianggap stabil. Apalagi petani bisa mendapat untung karena biaya produksi melambung tinggi,” ujarnya. (rien)