SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sikap tenaga kerja (Naker) lokal dari desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu yang malas kerja membuat para kontraktor proyek proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) Banyuurip dirugikan. Untuk itu kontraktor EPC 1, PT Tripatra – Samsung, akan minta bantuan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.
Juru bicara PT Tripatra, Budi Karyawan, mengaku, akan melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepala desa (Kades) sekitar lokasi proyek. Tripatra berharap pihak Pemdes masing-masing Naker bisa mengambil tindakan, setidaknya melakukan peringatan kepada warganya tersebut.
“Saya akan koordinasi dangan Pak Kades. Sedangkan, yang mengeluarkan surat peringatan (SP) tentunya atasannya langsung dari Naker masing-masing,” kata Budi Karyawan kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (09/1/2015).
Dia jelaskan, meski tidak keseluruhan tetapi ada sebagian Naker lokal yang males kerja. Artinya, sehari masuk tiga hari tidak masuk.
“Saya minta mereka bekerja sesuai aturan ketenagakerjaan, dan aturan perusahaan. Tapi yang menyedihkan, kita sudah memperjuangkan sejauh itu tapi disia-siakan,” jelasnya. (sam)