SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai merasakan dampak tergerusnya lahan pertanian akibat proyek di wilayahnya. Mereka pun manfaatkan lahan pekarangan yang kosong untuk ditanami berbagai jenis tanaman sayuran. Â
Di pilihnya lahan pekarangan sebagai tempat budidaya sayur-sayuran karena menyusutnya lahan pertanian akibat tergerusnya proyek pengembangan penuh minya Banyuurip oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) beberapa tahun silam. Sedikitnya ada seluas 600 hektar (Ha) lahan pertanian yang saat ini telah beralih fungsi menjadi rangka besi bangunan megah fasilitas produksi.Â
Warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Suwaji, mengatakan, dengan memanfaatan lahan pekarang untuk tanaman sayur-sayuran ini dapat mencukupi kebutuhan dapur rumah tangga sehingga bisa menghemat pengeluaran setiap harinya.Â
“Maklum karena lahan pertanian sekarang sudah susut. Jadi saya memanfaatkan lahan pekarangan,” kata Suwaji kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (10/1/2014).
Di lahan pekarangan yang tak luas itu Suwaji menanam beberapa jenis sayuran. Di antaranya cabe, tomat, kemangi, bayam dan beberapa tanaman lainnya.  Budidaya ini sudah dilakukan Suwaji sejak setahun lalu. Ada sekira 25 polybag sayuran yang sudah di tanam.Â
“Tiga bulan sudah bisa dipanen. Ya buat mengurangi pengeluaran uang belanja. Kalau mati ya langsung saya tanami lagi, Pak,” ujar warga yang berdomisili di RT 02, RW 01 ring satu Banyuurip.
“Kami sebagai petani harus bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya tidak hanya bergantung pada lahan pertanian yang sudah dibebaskan,” sambung Wajib warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam. (sam)Â Â