SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum mengetahui perkembangan proyek pengembangan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran- Tiung Biru (JT-B) yang berpusat di Kecamatan Tambakrejo, Purwosari, dan Ngasem Kabupaten Bojonegoro.
Begitu juga ketika disinggung tentang kabar telah dimenangkannya tender Front End Engineering Design (FEED) untuk Engineering, Procurement and Construction A (EPC A) – Gas Processing Facility Proyek oleh Konsorsium PT Singgar Mulia – PT Fluor Daniel Indonesia (SM – FDI), lembaga plat merah itu mengaku belum mengetahui.
Kepala Dinas ESDM Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengaku, operatorship Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) belum sama sekali melakukan koordinasi dengan pemkab Bojonegoro tentang perkembangan proyek J-TB. Karena itu pihaknya menyayangkan dengan kurangnya keterbukaan PEPC terkait progres perkembangan di proyek JT-B.
“Sama seperti Exxon juga seperti itu,” ujarnya.
Bahkan, dia sempat menanyakan langsung ihwal kejelasan pemenang tender tersebut saat suarabanyuurip.com mengkonfirmasinya.Â
Dihubungi terpisah Public Relations and Manager CSR PEPC, Abdul Malik, belum memberikan jawaban mengenai kebenaran pemenang tender FEED Unitisasi Lapangan Gas J-TB.
Diberitakan suarabanyuurip.com sebelumnya, dikutip dari situs PEPC, konsorsium PT. SM – FDI dinyatakan telah memenangkan tender untuk proyek FEED untuk EPC-A – Gas Processing Facility Proyek pengembangan Gas Unitisasi JT-B.
Dalam situs resmi itu dijelaskan, FEED untuk Pembangunan Fasilitas Pemrosesan gas dengan kapasitas rancangan 330 MMSCFD (gross) meliputi Flowline, Well pads facilities, Gas Processing Plant, Sales Gas Pipeline & Metering Station, CO2 Compression & Injection System, Utility system, Operation & Supporting Building. Jangka waktu pelaksanaan selama 10 (sepuluh) bulan untuk pekerjaan FEED dan 8 bulan untuk pekerjaan Post FEED.(roz)