SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procurement and Construction/EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu menggelar tasyakuran 15 juta jam kerja aman yang dipusatkan di dalam lokasi proyek, Sabtu (17/1/2015).
Kegiatan ini diikuti sekira sepuluh ribu pekerja proyek dari tiga belas subkonktraktor yang terlibat di proyek EPC-1 Banyuurip. Proyek ini terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Project Director PT Tripatra Engineers & Constructors, Raymond Rafsudi, menjelaskan, peringatan keselamatan 15 juta jam kerja aman kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya kegiatan yang sama telah dilakukan yakni 7 jam juta jam kerja aman, dan 12 juta jam kerja aman.
“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kita semua. Bukan hanya untuk manajamen. Karena tanpa kerja sama kalian semua tak mungkin ini bisa tercapai,” kata Raymond memberikan sambutan di atas panggung kepada para pekerja.
Dia berharap, setelah peringatan ini tak ada ada lagi kecelakaan kerja yang terjadi di proyek EPC-1 Banyuurip. Karena itu, untuk menjaga keamanan dan keselamatan kerja para pekerja Tripatra telah menerapkan aturan krisis keselamatan bagi semua kontraktor dan pekerja yang terlibat.
“Ada 10 aturan yang harus dilaksanakan semua kontraktor dan pekerja. Jika 10 aturan itu dilanggar maka ada sanksi tegas yang akan diberikan, yakni sampai dikeluarkan,” tegas Raymond.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Adie Witjaksono, berpesan, agar semua pekerja untuk senantiasa menjaga keamanan dan keselematan dalam bekerja. Karena itu dia berharap para pekerja mematuhi dan melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) yang sudah diterapkan perusahaan untuk menghindari bahaya dan kecelakaan kerja,” sambung Adie.
“Keselamatan dan keamanan pekerja harus yang menjadi yang utama,” sambung Adie.
Dalam kesempatan ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan penghargaan kepada Konsorsium PT Tripatra – Samsung yang komitmen menjaga keselamatan dan keamanan kerja dalam melaksanakan proyek negara.Â
Selain itu, Site Manager EMCL proyek EPC-1 Banyuurip, juga memberikan tiga penghargaan. Yang pertama kepada kontraktor lokal, PT. Daya Patra yang menunjukkan perkembangan bagus baik dari sisi manajemen maupun penerapan safety kerja kepada para pekerja. Kemudian penghargaan safety champion kepada, Site Manager PT. Tripatra, Joko Herlambang, yang dinilai mampu menjadi penggerak kesadaran pekerja untuk mengutaman safety dalam bekerja.Â
Serta pemberian penghargaan kepada 13 kontraktor lokal yang terlibat di proyek EPC-1 Banyuurip. Belasan kontraktor itu dinilai banyak memberikan konstribusi dalam pelaksanaan proyek EPC-1 Banyuurip.(sam)Â