SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Bidang pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi perhatian Kepala Staf Angakatan Darat (KASAD), Jendral TNI Gatot Nurmantio. Ia dijadwalkan melakukan panen raya padi di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, pada Rabu, 21 Januari 2014 mendatang.
Berbagai persiapan telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk menyambut kedatangan Kasad. Di antaranya meninjau lokasi panen raya dan melakukan koordinasi antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun dengan Kodim 0813 Bojonegoro serta lembaga lainnya.
“Kamis kemarin kita sudah meninjau lokasi bersama tim Pemkab,” kata Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Arhanud Sjahrir Ridjadi di sela-sela mengikuti bedah rumah di Dusun Dalemkidul, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Minggu (18/1/2015).
Rencananya, Gatot Nurmantio akan melakukan perjalanan udara menggunakan Helikopter Puma dan mendarat di salah satu lapangan desa setempat. Setelah itu akan melakukan perjalanan darat menuju lokasi panen.
“Kita masih mencari lapangan yang tepat untuk pendaratan helikopter, yang jauh dari pemukiman tapi tak jauh dari lokasi kegiatan,” tegas Sjahrir.Â
Usai melakukan panen raya, Gatot Nurmantio dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta. Dia tidak mengikuti kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di wilayah Kecamatan Sekar.
Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Jupari, menjelaskan, dipilihnya wilayah Kanor sebagai lokasi panen raya dikarenakan wilayah tersebut merupakan daerah kawasan Bengawan Solo yang pada awal tahun seperti ini selalu gagal panen akibat luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa.
“Dan alhamdulillah, dengan pola tanam yang kita ajukan pada bulan September – Oktober kemarin sekarang bisa panen lebih dulu sebelum banjir,” ujar Jupari.
Jupari mengemukakan, memajukan pola tanam ini diterapkan di lahan seluas 14.899 hektar (Ha) di sepanjang Sungai Bengawan Solo mulai Kecamatan Margomulyo hingga Baurno. Saat ini belasan ribu hektar lahan pertanian itu telah memasuki masa panen.
“Rata-rata setiap hektar bisa panen 8 sampai 10 ton,” tegas mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bojonegoro itu.
Jupari berharap, dengan panen raya di daerah bantaran Bengawan Solo ini dapat meningkatkan produksi pertanian dalam mendukung Bojonegoro sebabagi lumbung pangan negeri.(suko)