SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga masyarakat di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai beralih ke BBM jenis Pertamax. Hal ini terjadi setelah terjadi penurunan harga BBM mulai hari Senin (19/1/2015) kemarin.
Sementara itu, hingga Selasa (20/1/2015), di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Blora terjadi antrian panjang pembeli BBM. Banyak diantara mereka beralih dari Premium Premium ke Pertamax.
Penanggung jawab SPBU Cepu, Blora, Sutrisno, menyatakan, meski terjadi lonjakan pembeli setelah ada pengumuman penurunan harga BBM, namun masih bisa diatasi oleh SPBU.
Selain lonjakan pembeli, menurut sutrisno, minat masyarakat terhadap Premium juga dirasakan menurun. Konsumen Premium yang sebelumnya mendominasi penjualan mulai beralih Pertamax.
“Pertamax kualitasnya kan juga lebih baik, dan harganya hanya selisih sedikit,†ujar Sutrisno.
Seperti diketahui, pemerintah telah memberlakukan harga BBM baru. Harga Premium Rp6.700 per liter, Solar Rp6.400 per liter, dan Pertamax Rp8.000 per liter.
Salah satu pembeli BBM yang sedang mengantri, Herman Noviandi, mengaku, senang dengan penurunan harga BBM. Cukup dengan uang Rp10.000 bisa membeli Pertamax untuk kendaraannya.
Dia katakan, sebelumnya Pertamax dianggap mewah saat harga masih tinggi. Saat penurunan harga hingga di bawah Rp10.000, sudah tidak mewah lagi. Diyakini banyak konsumen akan beralih menggunakan Pertamax.
“Daripada selisihnya sedikit, mending sekalian beli yang terbaik,†ujarnya. (ams)