SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Anak Jalanan (anjal) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai dikeluhkan warga. Keberadaan mereka dinilai menganggu keindahan, kenyamanan dan ketertiban pengguna jalan.
Sebab setiap hari para anjal itu berdandan lusuh ala punk. Mereka mengamen di sudut-sudut utama Cepu untuk mendapat uang receh dari para pengendara mobil yang berhenti di traffic light.
Zidni, salah satu warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, mengaku resah lantaran keberadaan mereka mengganggu pengguna jalan. Sebagian banyak dari meraka  datangn dari luar kota dan sekedar singgah di Cepu.
“Biasanya ada 10 orang lebih yang datang ke sini dan hanya sekedar singgah untuk beberapa hari lalu pergi lagi,†kata pria yang berprofesi sebegai alhi kunci di jalan Stasiun  Cepu, Selasa (20/1/2015) kemarin.
Selain itu, para anjal juga sering diketahui melakukan pesta minuman keras di tanah kosong sekitar Jalan Setasiun Kota. “Di sini sekitar tempat saya ini sering dijadikan tempat pesta minuman keras,†ujar Zidni, mengungkapkan.
Dari pengamatannya, pada siang hari mereka bergerombol pada traffic light terutama di perampatan Jalan Pemuda Cepu untuk mengamen. Sedang pada malam hari di sejumlah angkringan dan di tempat lain termasuk di lahan kosong  untuk pesta minuman keras.
Menurut Zidni, aparat dari Satpol PP pernah melakukan operasi keberadaan anjal. Namun mereka hanya diberi peringatan.
“Demi kenyamanan dan keamanan seharusnya anak jalanan dan pengemis perlu ditertibkan,†saran Zidni
Senada disampaiakan Zidni, Warga Kelurahan Tambakromo, Yono, juga mengaku mengeluhkan banyak anjal berpenampilan punk mengamen di Cepu. “Terutama jika ada ibu-ibu yang menendarai motor dengan mengenakan rok. Mereka akan kesulitan mengendalikan motor saat berhenti mendadak karena adanya anjal yang mengamen,†timpal Yono, tukang sol sepatu di tempat yang sama.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Kecamtan Cepu, Dahlan Rosidi, mengaku, pernah melakukan operasi gabungan Muspika Cepu. “Kami beberapa waktu lalu pernah lakukan operasi gabungan, tapi tidak mendapati anak jalanan,†kata Dahlan dalam pesan singkatnya.(ams)