SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Tim siaga bencana Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan pengecekan tanggul Bengawan Solo di Kecamatan Cepu. Karena wilayah ini merupakan salah satu kecamatan yang rawan terjadi bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo selain dua kecamatan lain, yaitu Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Kradenan.
Staf Bidang Penanggulangan Bencana PMI Blora, Agung Triyono, menjelaskan, selain melakukan pengecekan tanggul penahan bengawan solo, pihaknya juga melakukan pengecekan debit air. Salah satunya mulai dari area Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cepu hingga jembatan.
 “Itu kita lakukukan untuk mengantisipasi hal terburuk bila terjadi banjir,†katanya kepada suarabanyuurip.com Rabu (21/1/2015).
Dari pengecekan tim tersebut, diperoleh beberapa temuan yang masih aman dan tidak membahayakan keberadaan tanggul. “Terdapat retakan kecil dan satu longsoran besar. Tapi secara garis besar tidak membahayakan tangul itu sendiri,†ujar Agung, mengungkapkan.
Namun demikian pihaknya tidak memungkiri terjadi gerusan dibibir sungai Bengawan Solo lantaran adanya aktifitas penambangan pasir liar. Agung menegaskan, tim siaga bencana Cepu sudah siap bila hal buruk terjadi.
Agung menambahkan, pintu air tanggul yang berfungsi untuk buka tutup akhiran air anak sungai Bengawan Solo hilang dari tempatnya. “Salah satu pintu air juga pernah ada yang hilang. Apakah sekarang sudah diganti atau belum, kami belum melakukan pengecekan. Karena saat bersama tim, hanya sampai jembatan,†katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cepu, Sholechan Muhtar, berencana akan melakukan penghijauan di sekitar tanggul. “Itu akan kami lakukan sebagai antisipasi dini agar tidak terjadi longsor pada tanggul,†timpalnya.
Pada bagian lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, meghimbau gar selalu dilakukan pengecekan secara berkala kondis tanggul. Selain itu juga akan melakukan pemotongan puluhan pohon dengan batang keras yang tumbuh pada tanggul.(ams)