SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Rencana kenaikan harga Elpiji 3 Kg bersubsidi membuat sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bojonegoro,Jawa timur, kecewa. Hal ini dikarenakan, selama ini pengawasan harga di tingkat eceran dari pemerintah setempat sangat kurang.
Murtini (30), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, selama ini harga eceran tertinggi (HET) Elpiji 3 Kg yang seharusnya Rp 14.000/tabung, tetapi saat diterima masyarakat harganya sudah mulai bervariasi dari Rp16.000/tabung hingga Rp 17.000/tabung.
Pedagang makanan dan minuman itu menyatakan, apabila peraturan yang baru ditetapkan dan HET Elpiji 3 Kg naik menjadi Rp 16.000/tabung, maka bisa jadi harga yang diterima masyarakat antara Rp18.000/tabung hingga Rp 19.000/tabung.
“Pokonya selisih harga sekitar Rp2000 tiap tabungnya,” katanya.
Murtini mengatakan, dengan kenaikan harga Elpiji 3 Kg tersebut seharusnya ada pengawasan dari pemerintah baik melalui kecamatan maupun desa agar penjual eceran tidak memberikan harga dengan seenaknya.
“Biasanya kalau harga elpiji melambung tinggi, alasan yang diberikan ada beban operasional atau bensin,” tukasnya.
Sementara itu, pemilik agen Elpiji di Jalan Sawunggaling, Yayuk, mengaku harga yang diberikan dari tokonya untuk Elpiji 3 Kg  sesuai HET yakni Rp 14.000/tabung. Hingga saat ini belum ada kenaikan sejak ada peraturan gubernur tahun 2013 lalu.
“Kalau di masyarakat harganya lebih dari itu biasanya tergantung biaya transport,” pungkasnya.(rien)