SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Ratusan pemuda ring satu Lapangan Unitisasi Gas Jambaran _ Tiung Biru (J-TB) dari lima kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendaftar pelatihan sertifikasi yang dipusatkan di Pendapa Kecamatan Purwosari. Pendaftaran pelatihan sertifikasi ini dibuka sejak Kamis hingga Sabtu (22-24/2015).
Pelatihan sertifikasi ini dilaksanakan operator Unitisasi Gas J-TB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Camat Purwosari, Bambang Suprianto dikonfirmasi melalui melalui Kepala Seksi (Kasi) Trantib, Achmad Sunawi, , menjelaskan, hingga saat ini jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan sebanyak 400 orang lebih. Mereka berasal dari desa-desa di lima kecamatan yaitu Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari dan Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.Â
“Sesuai hasil laporan sementara yang sudah ada 400 lebih peserta yang daftar, Mas,” kata Achmad Sunawi kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (24/01/2015).
Terpisah, Wahib, pendamping program pelatihan 12.000 tenaga kerja, menjelaskan, dalam pembukaan peserta pelatihan skil ini yang diuatamakan dari warga desa terdekat lokasi Migas. Dengan syarat berusia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun, dengan ijazah tingkat SMA.
“Hari ini terakhir pendaftaran peserta. Kemudian dilanjutkan seleksi peserta yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruhan Negeri Purwosari, Minggu besok, Mas,” sambung Wahib, menjelaskan.
Ditambahkan, sampai saat ini jumlah total keseluruhan peserta dari empat bidang pelatihan, yaitu Pipe Fitter, Operator TMC atau crane mobil, Rigger dan Scaffolding yang mendaftar sebanyak 483 peserta. Rinciannya, Pipe Fitter; 113 peserta, Operator Crane Mobil; 40 peserta, Rigger; 180 peserta, dan Scaffolding; 146 peserta.
“Bagi yang lolos seleksi langsung dilakukan pelatihan di Pusdiklat Migas Cepu, dan nanti setelah lolos pelatihan juga mendapatkan sertifikat sesuai bidangnya masing-masing,” imbuh Wahib.(sam)