PEPC : Pelatihan Sertifikasi Bukan Untuk Rekrutmen Naker

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro –Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) menegaskan, pelatihan sertifikasi kepada pemuda lokal sekitar Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) bukan merupakan perekrutan tenaga kerja (Naker). Melainkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat supaya dapat berkompetisi dalam merebut peluang pekerjaan baik di daerah maupun luar daerah.  

 “Jadi perlu dipahami, pelatihan ini bukan rekruitmen pekerja. Program ini untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki daya saing dalam mencari pekerjaan,” kata  Public & Government Affairs Superintendent PEPC, Edy Purnomo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (24/2015).  

Ada empat jenis pelatihan sertifikasi yang diberikan yakni Pipe Fitter, Operator TMC atau crane mobil, Rigger dan Scaffolding. Pelatihan tersebut dilaksanakan PEPC bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, bersama Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Ibaratnya, pelatihan ini untuk mendapatkan SIM. Kalau sudah punya SIM-nya tentunya boleh mengemudi. Nah, kalau udah dapat sertifikasi kan bisa dipakai melamar kerjaan dimana saja,” kata Edy memberikan ilustrasi.  

Baca Juga :   CSR Sukowati untuk Pelengkap Anggaran Desa

Edy menambahkan, bagi para peserta sudah mendaftar akan lakukan selekesi untuk diambil 175 peserta untuk mengikuti pelatihan sertifikasi di Pusdiklat Migas Cepu.  

“Kenapa kita berkolaborasi dengan Pusdiklat Migas, dikarenakan lembaga ini yang punya kompetensi di bidang sertifikasi,” tegas Edy.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono, mengungkapkan, sesuai data yang masuk selama pendaftaran dibuka sudah ada sebanyak 483 peserta yang mendaftar sebagai calon peserta pelatihan tenaga kerja skill. Ratusan pendaftar itu berasal dari Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, dan Tambakrejo.  

“Insya Allah, seleksi para peserta dilakukan besuk di SMKN Purwosari. Sedangkan, untuk pengumuman hasil seleksi akan diumumkan secara terbuka sekitar tiga hari setelah pelaksanaan seleksi. Tentu sekaligus hasil nilai peserta yang lolos dan yang tidak lolos,” sambung Adie menjelaskan.  

Adie menambahkan, sebelum seleksi dilakukan para peserta akan diberikan pemahaman bahwa pelatihan yang dilakukan ini bukan perekrutan tenaga kerja, tetapi untuk meningkatkan keterampilan. “Biar tidak disalah artikan,” tegas mantan Camat Margomulyo itu.(sam)

Baca Juga :   SI Berikan 1.375 Sak Semen Kepada Warga

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *