SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Seorang pemuda dikeroyok segerombolan orang tak dikenal di jalan Raya Bojonegoro – Nganjuk, hingga menderita luka cukup serius di bagian kepala dan terpaksa dilarikan ke Dander Medical Center (DMC), Minggu (25/1/2015), sekira pukul 14.00 WIB. Saat dikeroyok korban memakai seragam lengkap salah satu perguruan silat terbesar di Bojonegoro.
Korban adalah Wahyu Budianto (17), warga Dusun Sumberbendo, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan. Korban masih duduk di bangku kelas III salah satu SMK di Dander.
Informasi yang diperoleh, pengeroyokan terjadi ketika korban tengah melakukan perjalanan pulang dari mengikuti latihan di wilayah Kecamatan Baurno dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna hitam bernomor polisi (Nopol) S 2749 CV. Saat sampai di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, tak jauh dari Tempat Makam Pahlawan (TMP), korban yang berboncengan dengan Waryadi, rekannya satu perguruan dihentikan segerombolan orang.
Korban kemudian turun dari motornya. Saat itulah segerombolan orang yang belum diketahui identitasnya langsung mengeryok korban. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mukul korban dengan batu hingga jatuh tersungkur.
Beruntung aksi itu diketahui pencari rumput dan warga sekitar yang melintas. Kemudian segerombolan orang yang menganiaya korban kabur ke arah Desa Somodikaran melalui jalan perumahan Koperasi Karyawan Redreying Bojonegoro (KAREB) tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Akibat luka yang cukup serius dibagian kepalanya, korban dilarikan ke klinik kesehatan Dander. Korban langsung dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat DMC untuk dijahit kepalanya. Panjang jahitan sekira 6 centi meter.
“Banyak tadi yang ngroyok. Ada lima sampai tujuh orang. Tapi saya tak kenal mereka,” kata Wahyu Budianto sambil merintih menahan skit saat mendapat perawatan di klinik.
Setelah mendapat perawatan, korban melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Dander.
Sementara itu, Kapolsek Dander AKP. Imam Hanafi, belum bisa dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut. Telepon genggamnya beberapa kali dihubungi pukul 17.47 WIB, sedang tidak aktif.(suko)