SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga sekitar Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) maupun dinas terkait, segera menata drainase (saluran air) yang ada di sekitar proyek secara maksimal.
Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisir luberan air ke sawah warga, dan kejalan saat hujan turun. Salah satunya adalah jalan menuju kelokasi we’ll pad A dan B Banyuurip yang hingga saat ini belum dibangun saluran air.Â
“Karena belum dibangun saluran air lagi akibatnya kalau turun hujan airnya meluber kemana-mana. Selain ke sawah warga juga menggenangi jalan. Sehingga, jalannya mudah rusak, dan pengguna jalan sering terhambat,” ungkap Ti’ah warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro kepada Suarabanyuurip.com, Senin (26/1/2015).
Warga desa ring satu itu, menjelaskan, hilangnya saluran air bermula saat jalan dilebarkan kemudian dibuat untuk menanam pipa pengalir minyak sejak tahun 2008 silam. Kendati, hingga saat ini saluran air belum kunjung dibangun. Utamanya, sebelah jembatan barat Pos Ramil Gayam menuju lokasi we’ll Pad A dan B sepenjang sekitar 500 meter tersebut.Â
“Kabarnya pipa yang ditanam dipinggir jalan bekas saluran air lama itu dibuat ngalirkan minyak dari Banyuurip menuju Tuban, Jawa-Timur. Tapi, setelah itu saluran airnya tidak dibangun lagi hingga saat ini,” jelasnya.
Ditambahkan, memaksimalkan drainase itu perlu dilakukan baik oleh EMCL maupun Dinas Pegerjaan Umum (PU). Mengingat  hujan sudah sering mengguyur lokasi migas Banyuurip, Blok Cepu, dan warga juga saatnya memulai mengolah lahan pertaniannya untuk ditanami padi yang telah disiapkan maupun merawat padi yang sudah ditanam.
“Saluran air harus betul-betul dimaksimalkan. Agar air bisa mengalir dengan lancar sesuai jalurnya. Sehingga, selain arus lalu-lintas lancar jalan yang ada juga tidak mudah rusak. Semoga saja segera dibangun, Pak,” imbunya menerangkan.
“Siapapun yang membangun tidak menjadi soal karena tujuannya baik. Sedangkan, jalan yang sering tergenangi air hujan itu masuk di wilayah desa antara Dusun Temlokorejo, Desa Gayam dan Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, tepatnya di dekat SDN Brabowan,” sambung Gunawan warga Gayam lain. (sam/un)