SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Tanggul di Dusun Dorogede, Desa Gedangan, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur retak dan longsor akibat terjangan air hujan. Jika tidak segera diperbaiki dipastikan banjir akan melanda tiga desa di tiga Kecamatan.
Tanggul sepanjang 900 meter itu menjadi benteng penahan aliran Sungai Mengkuli. Pada akihir Desember 2014 lalu, tanggul tersebut jebol dan mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Sukodadi, Lamongan dan Kembangbahu.
Pihak Pekerjaan Umum (PU) pengairan dibantu warga setempat telah melakukan peninggian tanggul. Namun tidak ada sebulan, badan tanggul kembali rengkah dan longsor.
“Rengkahnya tanggul diketahui pagi tadi. Karena takut kembali terjadi banjir kami segera lapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan dan Kantor Kecamatan,†kata Kepala Dusun (Kasun) Dorogede, Nawawi di lokasi tanggul kepada suaraBanyuurip.com, Selasa (27/1/2015).
Dibadan tanggul terlihat rengkahan sepanjang 55 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Kedua tepi tanggul juga terlihat longsor akibat gerusan air hujan.
Warga Dusun Dorogede merasa trauma akan kembali terjadi banjir akibat jebolnya tanggul tersebut. Banjir yang terjadi sebulan lalu menenggelamkan 267 rumah warga dan ratusan hektar lahan pertanian.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto, mengaku telah mendapatkan laporan rengkah dan longsornya tersebut dan meninjau kelokasi. Selain meninjau tanggul, BPBD juga membawa bantuan 267 paket sembako.
“BPBD sementara ini memberikan bantuan paket sembako kepada warga. Untuk penanganan tanggul yang jebol, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PU Pengairan, “ kata Suprapto.
Sementara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukodadi, Agoes meminta pada Kepala Desa (Kades) Gedangan, Sulkan, melakukan kerja bakti bersama warga untuk menambal tanggul yang jebol tersebut.
“Harus ada tindakan antitsipasi sambil menunggu penanganan dari PU Pengairan. Dikuatirkan jika hujan turun lebat akan terjadi banjir kembali,†ucap Agoes. (tok)