Cemaskan Kriminalitas Paska Proyek Banyuurip

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Ancaman adanya ledakan pengangguran paska pengurangan tenaga kerja di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membuat sebagian warga sekitar mulai kebat kebit pikirannya. Mereka mulai mencemaskan kemungkinan akan terjadinya tindak kriminalitas, setelah proyek migas tersebut rampung.

“Kalau terdesak apa saja bisa dilakukan,” kata Tono, salah satu warga Manukan, Kecamatan Gayam, Rabu (28/1/2015).

Menurut dia, tindak kriminalitas tersebut umumnya bisa dalam bentuk pencurian atau bahkan perampokan. Terlebih, tindakan tersebut sempat terjadi disekitar lokasi proyek. Pada saat itu, sejumlah pedagang makanan dan minuman ringan disekitar dusun puduk, Desa Bonorejo, kerap mengaku kehilangan beberapa dagangannya.

“Apalagi kalau besok sudah banyak yang menganggur,” ujarnya.

Senada diungkapkan, Rokhim, salah satu warga Purwosari yang juga turut terlibat bekerja dalam proyek di EPC Banyuurip. Dia menilai potensi tindak kriminalitas cukup terbuka. Apalagi perubahan gaya hidup pemuda sekitar yang terlibat bekerja saat ini telah banyak yang berubah.

Baca Juga :   Antisipasi Tumpahan Minyak, SKK Migas Rumuskan Protap dan Gelar Latihan Gabungan

“Semuanya sangat mungkin. tapi semoga saja segera ada tindak antisipasi,” harapnya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *